
SELANGIT, MUSI RAWAS – Senyum bahagia terpancar dari wajah puluhan relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Lubuk Ngin Baru, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas. Pada penghujung tahun 2025 ini, para relawan yang mayoritas merupakan warga lokal mendapatkan hak mereka berupa gaji yang dinilai sangat layak untuk menopang kebutuhan rumah tangga. Momen pembagian gaji ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat yang telah berdedikasi menyiapkan ribuan porsi makanan bergizi setiap harinya.
Bagi para relawan di unit pelayanan ini, upah yang diterima bukan sekadar imbalan kerja, melainkan tumpuan harapan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang kian meningkat. Sejumlah ibu rumah tangga yang bergabung sebagai relawan memasak menyatakan rasa syukur karena pendapatan tersebut dapat langsung digunakan untuk berbelanja kebutuhan pokok dapur. Mereka merasa program pemerintah ini tidak hanya menyehatkan anak sekolah, tetapi juga memberdayakan ekonomi keluarga di tingkat desa secara nyata.
Selain kebutuhan dapur, cairnya gaji ini menjadi penyelamat bagi orang tua yang memiliki anak di usia sekolah. Beberapa relawan mengaku gaji tersebut sangat membantu untuk melunasi biaya pendidikan, membeli seragam baru, hingga memenuhi perlengkapan alat tulis anak-anak mereka. Keberadaan SPPG di Desa Lubuk Ngin Baru pun kini dipandang sebagai lapangan kerja strategis yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dengan standar upah yang memadai.
Secara nasional, standar upah bagi tenaga operasional atau relawan dapur MBG di tahun 2025 berkisar antara Rp2.000.000 hingga Rp2.500.000 per bulan, tergantung pada durasi kerja harian. Untuk posisi yang memerlukan keahlian khusus seperti juru masak atau tenaga logistik, pendapatan harian bisa mencapai Rp130.000 hingga Rp150.000. Kepastian bayaran ini memberikan ketenangan batin bagi warga Kecamatan Selangit yang terlibat dalam rantai produksi gizi nasional.
Tidak hanya soal nominal, para relawan juga merasa tenang karena adanya jaminan perlindungan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan yang iurannya ditanggung pemerintah. Hal ini menjadi nilai tambah bagi mereka yang sebelumnya mungkin bekerja di sektor informal tanpa proteksi kesehatan dan keselamatan kerja. Dengan adanya jaminan ini, motivasi relawan untuk bekerja memberikan pelayanan terbaik bagi siswa di wilayah Lubuk Ngin Baru semakin meningkat.
Kepala SPPG setempat menyampaikan bahwa kedisiplinan dan transparansi dalam penyaluran gaji merupakan komitmen dari Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan program berjalan berkelanjutan. Para relawan diharapkan terus menjaga kualitas asupan sesuai standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2025 yang telah ditetapkan. Kerja keras mereka di dapur SPPG adalah kunci utama keberhasilan intervensi gizi bagi generasi emas di masa depan.
Kegembiraan di Desa Lubuk Ngin Baru ini mencerminkan dampak positif ganda dari program MBG, yakni peningkatan status gizi siswa sekaligus penguatan daya beli masyarakat pedesaan. Bagi para relawan di Kecamatan Selangit, setiap tetes keringat saat menyiapkan makanan kini terbayar dengan kesejahteraan yang nyata di tangan mereka. Mereka berharap program ini terus berlanjut dan menjadi pilar ekonomi baru bagi warga di Kabupaten Musi Rawas.
