Penuhi Standar BGN, Ahli Gizi Pastikan Menu SPPG Desa Lubuk Ngin Baru Sesuai AKG 2025

SELANGIT, MUSI RAWAS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Lubuk Ngin Baru, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, terus memperketat pengawasan terhadap komposisi makanan yang didistribusikan kepada siswa. Langkah ini dilakukan guna memastikan setiap porsi makan siang memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tahun anggaran 2025. Menurut ahli gizi yang bertugas, kepatuhan terhadap takaran nutrisi menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kemampuan kognitif anak-anak di wilayah tersebut.

Ahli gizi di SPPG Lubuk Ngin Baru menjelaskan bahwa setiap porsi makanan dirancang untuk memenuhi sekitar 35% dari total kebutuhan energi harian anak sekolah, atau setara dengan 600 hingga 700 kilo kalori (kkal). Komposisi ini mencakup keseimbangan makronutrien yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serta lemak sehat. Dengan acuan Permenkes No. 28 Tahun 2019 yang terus diperbarui, para petugas dapur memastikan bahwa tidak ada porsi yang kekurangan zat gizi esensial demi menunjang aktivitas belajar siswa sepanjang hari.

Lebih lanjut, asupan protein menjadi sorotan utama dalam program di SPPG Desa Lubuk Ngin Baru ini. Sesuai arahan BGN, porsi makan harian wajib mengandung protein berkualitas tinggi, baik dari telur, daging ayam, maupun ikan yang diserap dari hasil produksi lokal Musi Rawas. Ahli gizi menekankan bahwa pemenuhan protein sebesar 20-25 gram per porsi sangat krusial untuk regenerasi sel dan pertumbuhan fisik anak, terutama bagi mereka yang berada dalam masa pertumbuhan emas.

Selain makronutrien, kehadiran mikronutrien seperti vitamin A, zat besi, dan kalsium juga dipastikan tersedia melalui sayuran hijau dan buah-buahan segar yang wajib ada dalam setiap menu. Penggunaan garam beriodium serta pembatasan gula dan minyak goreng juga menjadi standar operasional prosedur (SOP) di dapur SPPG untuk menghindari risiko obesitas dini. Hal ini sejalan dengan misi BGN tahun 2025 untuk menciptakan generasi yang tidak hanya kenyang, tetapi juga sehat secara metabolik.

Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri telah mengeluarkan Keputusan Kepala BGN Nomor 244 Tahun 2025 yang mengatur teknis pelayanan gizi di tingkat desa. Di Lubuk Ngin Baru, koordinasi antara ahli gizi dan relawan dapur berjalan intensif setiap pagi untuk memastikan bahan baku yang masuk memiliki kualitas grade A. Transparansi nilai gizi ini juga dipaparkan secara berkala kepada pihak sekolah dan orang tua agar mereka memahami manfaat jangka panjang dari makanan yang dikonsumsi anak-anak.

Upaya serius dalam pemenuhan AKG ini diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Musi Rawas. Melalui dedikasi ahli gizi dan dukungan penuh dari BGN, Program Makan Bergizi Gratis di Desa Lubuk Ngin Baru bukan sekadar pemberian makanan tambahan, melainkan investasi nyata dalam membangun kualitas hidup masyarakat pedesaan. Semangat ini menjadi pilar penting bagi Indonesia untuk mencapai target swasembada gizi pada tahun-tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *